PWNU Sumut Tetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois Antarwaktu

Rapat pleno menetapkan kepemimpinan baru menyusul pengunduran diri KH Bahauddin untuk fokus memimpin Syuriyah PCNU Mandailing Natal.

Keterangan : Foto bersama.(Dok/Ist)

WB – Medan | Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara secara resmi menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara untuk mengisi sisa masa khidmat 2022–2027. Penetapan tersebut diputuskan melalui Rapat Pleno yang digelar di Kantor PWNU Sumatera Utara, Jalan Sei Batanghari, Medan, Sabtu (25/7/2026).

Keputusan itu diambil sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri KH Bahauddin dari jabatan Rois PWNU Sumatera Utara. Pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan bermeterai yang dilengkapi rekaman suara, dengan mengacu pada hasil Rapat Syuriyah PWNU Sumut yang berlangsung pada 23 Januari 2026.

Dalam forum pleno dijelaskan, KH Bahauddin memilih melepaskan jabatannya di tingkat wilayah setelah dipercaya menjadi Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mandailing Natal dalam Konferensi Cabang VI NU Mandailing Natal yang digelar pada Oktober 2025.

Keputusan tersebut dinilai sejalan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama yang mengatur bahwa seorang pengurus tidak diperkenankan merangkap jabatan pada berbagai tingkatan kepengurusan organisasi.

“Atas amanah baru di Mandailing Natal, beliau memilih mengundurkan diri dari PWNU Sumatera Utara agar dapat fokus menjalankan tugas sebagai Rois Syuriyah PCNU Mandailing Natal,” ujar pimpinan sidang dalam rapat pleno.

Rapat pleno dipimpin oleh KH Abdul Hamid Ritonga bersama H. Marahalim Harahap serta dihadiri unsur Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sumatera Utara, para ketua badan otonom, serta pimpinan lembaga di lingkungan PWNU Sumut.

Melalui musyawarah yang berlangsung secara mufakat, forum pleno akhirnya menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara secara aklamasi untuk melanjutkan sisa masa kepengurusan periode 2022–2027 menggantikan KH Bahauddin.

Penetapan tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat soliditas internal PWNU Sumatera Utara dalam menjalankan program-program keumatan dan kebangsaan.

Dengan kepemimpinan yang baru, PWNU Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan peran organisasi dalam pembinaan umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengawal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah dinamika masyarakat Sumatera Utara. Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu mempererat sinergi antara kepengurusan wilayah dengan seluruh cabang Nahdlatul Ulama di kabupaten dan kota guna memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.(Red)