
WartaBerita.co.id – Medan | Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan forensik guna mendukung penyidikan berbasis ilmiah, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melaksanakan supervisi teknis di Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sumatera Utara, Senin (4/8/2025).
Kegiatan supervisi ini dipimpin langsung oleh KBP Rio Ronald R. Nababan, S.I.K., M.H., bersama tim supervisi Puslabfor, dan diterima oleh Kabid Labfor Polda Sumut KBP Abdul Karim Tarigan, S.H., M.H. Bertempat di Aula Bidlabfor, kegiatan turut dihadiri perwakilan dari 10 satuan kerja terkait, antara lain Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, Ditpolairud, Bidokkes, Biro SDM (Bagian Psikologi), Satlantas dan Satreskrim Polrestabes Medan, Ditressiber serta SPKT.
Dalam sambutannya, KBP Rio Ronald menegaskan pentingnya penerapan Scientific Crime Investigation (SCI) dalam penegakan hukum. “Supervisi ini bukan hanya untuk evaluasi, tetapi juga memastikan bahwa standar forensik nasional terimplementasi optimal di daerah,” tegasnya.
Supervisi ini fokus pada lima poin utama, yaitu evaluasi kinerja pelayanan forensik, peningkatan koordinasi antar fungsi, optimalisasi SCI dalam penyidikan, identifikasi kendala teknis di lapangan, serta penyusunan rekomendasi untuk peningkatan layanan.
Selama kegiatan, tim melakukan kajian teknis mendalam, termasuk pembahasan mengenai penanganan barang bukti, standar operasional di TKP, dan permasalahan alat bantu forensik di lapangan.
“Kami menemukan beberapa hambatan teknis yang harus segera ditindaklanjuti, terutama terkait ketersediaan alat pendukung forensik,” ungkap Rio.
Sebagai langkah konkret, Puslabfor Bareskrim Polri akan merekomendasikan tiga strategi utama: pelatihan khusus peningkatan SDM, pengadaan alat forensik portabel, serta penyempurnaan mekanisme koordinasi antara penyidik dan ahli forensik.
Menanggapi hal itu, Kabid Labfor Polda Sumut menyatakan kesiapannya dalam menindaklanjuti hasil supervisi. “Kami sangat mengapresiasi dan berkomitmen segera mengimplementasikan seluruh rekomendasi sebagai bentuk peningkatan pelayanan forensik yang profesional dan akuntabel,” tegasnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam memperkuat sistem penyidikan modern berbasis bukti ilmiah, yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan penegakan hukum yang transparan dan berintegritas.(Alf)












