
WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat | 28 Juli, merupakan hari lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat sebagai satu daerah otonom di blantika pemerintahan nusantara. Daerah berlebel kabupaten ini resmi dimekarkan dari Dairi, sesuai UU Nomor 9 Tahun 2003.
Seremoni pesta oang-oang, sebagai rangkaian memperingati HUT ke-21 kabupaten itu usai sudah dan ditutup Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor. Dengan megusung filosopi ‘Sada Kata Dok Pertedung’ dalam tema pertunjukan seni, mengisyaratkan seia sekata dalam perbuatan.
Suatu pesan moral yang sangat bermakna , bahwa untuk tujuan bersama diperlukan kesepakatan demi pencapaian maksimal. Semisal ada yang ingkar, hasil yang diperoleh tidak akan sesuai dengan ekspektasi di awal.
Ultah ke-21 Kabupaten Pakpak Bharat juga tak luput dari perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Melalui Pj Gubernur, Dr A Fatoni MSi menyampaikan dirgahayu.
Dari bumi Tanah Rencong, Kota Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dikabarkan, salah seorang putra dari Desa Silima Kuta, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat mampu tampil gemilang dan meraih juara II pada ajang lari My Pertamina Fun Run di kota Serambi Mekkah itu.
Dia adalah Ganda Holimes Sinamo yang tercatat sebagai mahasiswa di Unversitas Negeri Medan (Unimed) dan meraih sukses bertepatan dengan ultah ke-21 Kabupaten Pakpak Bharat.
“Ini hadiah dan persembahan terbaik saya dan kado terbaik bagi ultah Kabupaten Pakpak Bharat,” katanya bersemangat.
Sementara, dari arena Kasean Banurea, Lapangan Napa Sengkut, Salak, selama dua hari pelaksanaan pesta oang-oang berlangsung, terlihat dipadati para pedagang. Mulai kuliner hingga suvenir dan beragam produk manufaktur lain.
Para pelaku ekonomi UMKM terlihat mengisi area yang disediakan panitia di seputaran gelaran seremoni tahunan tersebut. Selain dari Pakpak Bharat, mereka bahkan ada yang datang dari Medan, Siantar, Sergai, Sidikalang dan Medan untuk menjajakan barang dagangannya.
Salah seorang peniaga dari Marelan, Kota Medan, Zulham mengakui, keberadaan pesta oang-oang ia ketahui dari medsos.
Kesempatan itu dijadikannya untuk mencari peruntungan. Meski jauh dari Kota Medan, ia optimis, di pusat keramaian barang dagangan akan banyak dilirik calon konsumen. Alhasil, selama pesta rakyat berlangsung, sepatu dan sendal yang dipajang banyak laku terjual.
Dirgahayu Kabupaten Pakpak Bharat yang ke-21. Bage ate mo rezeki, bage tennah mo sodip. Njuah-njuah. (Giahta Solin)












