WB – Medan | Sejumlah pihak kembali menyoroti keputusan Wali Kota Medan melantik Jhon Ester Lase sebagai Kepala Dinas PKPCKTR. Sejak menjabat, berbagai persoalan internal dinas disebut tidak kunjung terselesaikan, sementara beberapa sumber menilai Jhon Ester lebih fokus mengarahkan proyek P-APBD 2025 kepada kelompok tertentu yang dianggap memiliki kedekatan dengan pejabat daerah.
Sekretaris Aliansi Wartawan Anti Korupsi Indonesia, Erwin Simanjuntak, menyatakan siap melaporkan setiap dugaan penyimpangan apabila ditemukan indikasi korupsi selama masa kepemimpinan Jhon Ester. Ia juga mengungkap belum adanya tanggapan dari Wali Kota Medan terkait laporan masyarakat yang telah ia sampaikan, termasuk bukti percakapan yang ditujukan langsung kepada wali kota.
Sementara itu, mantan aktivis Tiger Bangun menyebut Jhon Ester bukan figur yang direkomendasikan langsung oleh wali kota, melainkan memiliki kedekatan dengan Sekda. Ia juga mempertanyakan alasan pemilihan Jhon Ester yang berada pada peringkat ketiga hasil seleksi, sementara sejumlah jabatan lain justru diisi oleh kandidat peringkat pertama. Menurutnya, hal ini menimbulkan tanda tanya publik, terlebih mengingat isu lama yang menyebut Jhon Ester sebagai pejabat “buangan” pada masa pemerintahan sebelumnya.
Hingga berita ini dirilis, pihak Pemerintah Kota Medan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait desakan klarifikasi dan evaluasi dari berbagai pihak. Publik menantikan sikap tegas pemerintah kota dalam menanggapi polemik yang semakin mengemuka.(*)












