
WartaBerita.co.id – Sergai | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, jajaran Polsek Tanjung Beringin menunjukkan langkah berbeda dalam memperingati momen bersejarah ini. Bukan hanya menjaga keamanan, mereka turut merawat nilai-nilai budaya dan sejarah lokal dengan menggelar ziarah ke makam Raja Bedagai.
Wakapolsek Tanjung Beringin, IPDA Brimen Sihotang bersama personel, melakukan ziarah ke kompleks pemakaman Kerajaan Bedagai yang terletak di sekitar Masjid Jamik Ismailiyah, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai.
Makam yang diziarahi adalah milik H. Tengkoe Ismail, Raja Pertama Kerajaan Bedagai yang bergelar Raja Soeloeng Laut, putra dari Soeltan Deli Oesman. Di kompleks tersebut juga terdapat makam keluarga raja dan peninggalan sejarah lainnya, termasuk masjid bersejarah yang dibangun sejak 1880.
Ziarah tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Ir. Indra Syahputra, yang menyambut baik sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya pelestarian sejarah.
“Ziarah ini adalah bentuk kepedulian Polsek terhadap sejarah dan budaya lokal. Kami ingin aparat kepolisian tak hanya hadir sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang mencintai akar budayanya,” ujar IPDA Brimen Sihotang.
Ziarah ini bukan hanya menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur, tapi juga edukasi nilai-nilai historis bagi para anggota polisi. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kedekatan emosional dengan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai pengabdian yang lebih humanis.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai sebelumnya telah melakukan pendataan terhadap delapan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Desa Pekan Tanjung Beringin, termasuk kompleks makam Raja Bedagai dan Masjid Jamik Ismailiyah.
Ketua Tim Pendaftaran ODCB Disparbudpora Sergai, Martina Silaban, menyatakan bahwa pendataan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari PP No. 1 Tahun 2022 tentang Registrasi Nasional Cagar Budaya.
Dukungan penuh juga datang dari Tengku Ahmad Syafi’i, Pangeran Nara Klana Kerajaan Bedagai. Ia berharap warisan leluhur dapat ditetapkan secara resmi sebagai Cagar Budaya, termasuk rencana pembangunan replika Istana Bedagai sebagai bagian dari pelestarian identitas daerah.
Langkah sinergis antara Polsek Tanjung Beringin, pemerintah desa, dan para pemangku adat ini menjadi contoh konkret bagaimana aparat negara dapat terlibat langsung dalam pelestarian sejarah dan budaya sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.(Alf)












