Naslindo: Angka Stunting di Kecamatan Salak Tinggi

WartaBerita.co.id – Pakpak Bharat| Pjs Bupati Pakpak Bharat, Naslindo Sirait mengungkapkan, masih tingginya angka stunting di Kecamatan Salak. Secara keseluruhan, Pakpak Bharat masuk kategori tinggi se-Provinsi Sumut.

Fakta itu disampaikan Naslindo ketika melakukan kunjungan ke Puskesmas Salak, kemarin. Kehadirannya di UPT itu guna melihat kesiapan pusat layanan kesehatan tingkat kecamatan itu dalam melakukan penanganan dan pelayanan.

Diharapkan, persiapan stunting yang saat ini merupakan salah satu isu nasional, bisa tertangani dengan segera dan dituntaskan, sehingga akan menghasilkan penurunan angka dalam grafik.

Naslindo mengapresiasi langkah dan upaya penanganan stunting yang dilakukan UPT puskesmas tersebut. Diintruksikan, layanan supaya lebih ditingkatkan, kebersihan senantiasa terus dijaga. “Untuk pencegahan stunting, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita harus benar-benar dilakukan,” ujarnya.

Kepala UPT Puskesmas Salak, dr Ebtanas Padang menyebut, pihaknya telah melakukan layanan publik secara terukur dan sesuai SOP yang ditetapkan.

Terkait penanganan stunting, dr Ebtanas menjelaskan, terdapat 128 kasus di wilayah kecamatan tersebut dan penyebarannya di seluruh desa. Tertinggi ada di Desa Salak II sebanyak 35 kasus, Penanggalan Binanga Boang (22) dan Kuta Tinggi 21 kasus stunting.

Namun demikian, sebagai ujung tombak penanganan masalah, pihaknya telah melaksanakan tugas, sebagaimana intruksi pemerintah.

RSUD

Sementara, dalam kunjungannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak, Naslindo berpesan, supaya pelayanan dasar dan kesiapan RSUD bisa diakses masyarakat luas. Demikian halnya dengan keberadaan dokter dan tenaga medis lain, harus selalu tanggap dan respon terhadap pasien atau masyarakat. “Masing-masing kita pernah jadi pasien kan? Jadi berpikirlah seperti pasien,” ujarnya.

Kepada Kepala Bappeda dan Kadis Kesehatan diingatkan untuk memperhatikan usulan dari pihak RSUD dalam hal urusanmu dan keperluan obat, alkes dan sarpras, sehingga mutu layanan kesehatan yang efektif dan efisien di RSUD tersebut bisa terwujud.

Kehadiran Naslindo di RSUD Salak itu guna melihat ketersediaan obat, peralatan medis dan tenaga kesehatan di pusat unit layanan kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat tersebut. Naslindo juga melakukan interaksi dan dialog dengan sejumlah pasien dan keluarga. (Giahta Solin)