Pemkab Taput Gelar Rakor Guna Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Distribusi Dipercepat, Kios Diingatkan Patuhi HET.

Keterangan : rapat koordinasi.(Ist)

WB – Taput | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna merespons keterbatasan stok dan ketidaksesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tengah masyarakat. Rapat berlangsung di Aula Kantor Camat Purbatua, Senin (20/4/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, didampingi sejumlah pejabat terkait, termasuk unsur Dinas Pertanian, camat, distributor pupuk, serta perwakilan kelompok tani. Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi petani.

Dalam pertemuan tersebut, pihak distributor PT Gresik Cipta Sejahtera (GCS) menyampaikan komitmennya untuk mempercepat distribusi pupuk bersubsidi, khususnya Urea dan Phonska, ke wilayah Tapanuli Utara.

Dijadwalkan, sebanyak 7 ton Urea dan 33 ton Phonska akan disalurkan ke wilayah Purbatua pada 21 April 2026. Sebelumnya, distribusi juga telah dilakukan ke wilayah Pahae Jae dan Pahae Julu masing-masing sebanyak 10 ton.

Berdasarkan informasi dari distributor, harga tebus dari kios ditetapkan sebesar Rp90.000 per sak untuk Urea dan Rp92.500 per sak untuk NPK.

Sekda menegaskan kepada seluruh kios pengecer agar mematuhi HET yang telah ditetapkan pemerintah. Ia juga memastikan pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah praktik harga yang merugikan petani serta menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau.(Bernad)