WB – Asahan | Klaim pelayanan 24 jam yang digaungkan oleh Polres Asahan mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya, warga mengeluhkan lambannya respons petugas saat terjadi kecelakaan lalu lintas di lapangan.
Peristiwa tersebut terjadi di Simpang Kawat, tepatnya di Simpang Pordomuan, dekat kawasan PT Sintong, Kabupaten Asahan, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Meski lokasi kejadian tidak jauh dari pos Satlantas, petugas disebut tidak kunjung datang ke tempat kejadian perkara.
Salah seorang warga, Rizal (29), mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke pos Satlantas Simpang Empat. Namun, saat didatangi, pos dalam keadaan kosong tanpa petugas jaga.
“Di pos Satlantas tidak ada petugas, padahal sudah ada kecelakaan. Saya sudah cek langsung, tapi kosong,” ujarnya dengan nada kesal.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Karianto (53), kecelakaan melibatkan sepeda motor tanpa pelat nomor dan dua bus penumpang, yakni Bus Sartika dan Bus Karya Agung. Insiden bermula saat pengendara sepeda motor keluar dari Simpang Pordomuan tanpa memperhatikan kondisi jalan, bersamaan dengan datangnya bus dari arah Medan.
“Bus Sartika saat itu hendak mendahului Bus Karya Agung, lalu menabrak pengendara motor yang tiba-tiba keluar dari simpang,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka serius. Namun ironisnya, korban harus menunggu cukup lama di pinggir jalan sebelum mendapatkan penanganan.
Warga menyayangkan tidak hadirnya petugas Satlantas di lokasi, padahal pos berada hanya beberapa meter dari titik kecelakaan. Evakuasi korban justru dilakukan oleh personel dari Polsek Simpang Empat bersama warga sekitar secara mandiri.
Kejadian ini menimbulkan kekecewaan masyarakat yang berharap adanya evaluasi terhadap kesiapsiagaan petugas di lapangan, terutama dalam merespons kejadian darurat seperti kecelakaan lalu lintas.(Edi)












