Sekdakab Samosir Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Guna Susun RKPD 2026

Keterangan : Musrenbang RKPD tahun 2026.(Ist)

 

WartaBerita.co.id – Samosir | Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) tingkat kecamatan, melakukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Samosir Tahun 2026. Musrenbang ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, SP, MP di Kantor Camat Ronggurnihuta, pada Rabu (22/1/2025).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Sementara DPRD Samosir, Nasib Simbolon, anggota DPRD Marco C. Simbolon, Edis Naibaho, Sudung Sitanggang, Mian F. Malau, Polten Simbolon, Renaldi Naibaho, Osvaldo Simbolon, serta Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, pimpinan OPD se-Kabupaten Samosir, Camat Ronggurnihuta Bresma Simbolon, kepala desa se-Kecamatan Ronggurnihuta, serta tokoh masyarakat dan agama.

Sekdakab Samosir, Marudut Tua Sitinjak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang sangat penting, karena merupakan acuan yang komprehensif dalam penyelarasan perencanaan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan yang dikemukakan dalam Musrenbang akan ditampung, namun harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. “Semua usulan akan ditampung namun akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Banyak program nasional yang anggarannya harus didukung daerah, sesuai petunjuk teknis maka pemerintah daerah juga harus menyesuaikan nantinya,” ucap Marudut.

Marudut juga mengungkapkan bahwa Musrenbang merupakan langkah strategis untuk mencapai visi jangka panjang Kabupaten Samosir yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Ia menekankan bahwa pembangunan di Kabupaten Samosir harus mencakup penguatan infrastruktur dan kualitas SDM untuk menghadapi perubahan positif, demi kesejahteraan masyarakat.

“Kita patut berterima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungannya dalam pembangunan kawasan Danau Toba, khususnya Samosir. Banyak kemajuan yang kita rasakan, baik dari segi infrastruktur maupun sektor pariwisata. Ini merupakan hasil dari sinergitas Pemkab Samosir, DPRD, dan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Sekda Marudut berharap agar seluruh pihak dapat memberikan saran dan pendapat yang membangun selama Musrenbang, serta memastikan bahwa usulan yang disampaikan dapat terinput dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan disesuaikan dengan prioritas program nasional maupun daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan administrasi, termasuk pembebasan lahan untuk usulan pembangunan infrastruktur. “Tidak ada usulan kegiatan yang muncul tiba-tiba, semua harus tercatat dalam SIPD. Usulan pembangunan infrastruktur harus dilengkapi dengan surat pembebasan lahan agar pelaksanaan tidak terhalang,” tegasnya.

Ketua Sementara DPRD Samosir, Nasib Simbolon, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPRD dalam menampung aspirasi masyarakat melalui Musrenbang dan reses. Ia juga menyebutkan bahwa dengan adanya keterbatasan APBD, diharapkan pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk Kabupaten Samosir guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung kesejahteraan mereka. “Kami dari DPRD tidak akan mengakomodir usulan yang tiba-tiba muncul. Semua usulan harus terdaftar dalam SIPD dan sesuai dengan rencana pembangunan yang telah disusun,” tegas Nasib.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, menyampaikan bahwa RKPD 2026 merupakan kelanjutan dari pelaksanaan RPJMD 2025-2029 yang terbagi dalam empat tahapan kebijakan pembangunan, termasuk penguatan fondasi dan transformasi di berbagai bidang, serta peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur yang berkelanjutan. “Proses pengumpulan data dan analisis usulan ini sangat penting untuk menentukan program prioritas yang akan mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah,” ujar Rajoki.

Rajoki juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, harus didukung dengan pembebasan lahan yang memadai agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. “Semua bisa kita kerjakan jika kita bekerjasama, termasuk dalam hal pembebasan lahan,” harap Rajoki.

Camat Ronggurnihuta, Bresma Simbolon, juga berharap agar hasil dari Musrenbang ini dapat diakomodir dan diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung proses pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya Musrenbang di Kecamatan Ronggurnihuta, diharapkan rencana pembangunan yang disusun dapat mencerminkan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan warga Samosir secara keseluruhan.(VLS/makkirim)