Aktivis Soroti Pengerjaan Jalan Sei Rampah–Tanjung Beringin Senilai Rp14,8 Miliar

Pekerjaan sepanjang 2,5 kilometer dibiayai APBD Sumut 2026 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, Pekerjaan Diduga Melenceng Dari Kontrak.

Keterangan : Keterangan : Foto dokumentasi Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Pada Ruas Sei Rampah - Tj Beringin di Kab. Serdang Bedagai, Selasa (11/8/2026).(Dok/Pribadi)

WB – Sergai | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Tebing Tinggi mengalokasikan anggaran Rp14,801 miliar untuk proyek peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Sei Rampah–Tanjung Beringin di Kabupaten Serdang Bedagai.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki panjang efektif 2.500 meter dengan nomor kontrak 602/1205/UPTD.BMCK/TBT/VI/2026 dan tanggal kontrak 8 Juni 2026.

Pelaksanaan proyek ditetapkan selama 150 hari kalender, dengan CV. Seleksi Alam Nusantara sebagai kontraktor pelaksana dan PT. Transima Citra Indo Consultant sebagai konsultan supervisi. Sumber pembiayaan berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan penelusuran media, Rabu (12/8/2026),melalui data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), paket tender dengan Kode Tender 10129126000 tersebut berada di bawah Satuan Kerja Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara. Nilai pagu proyek ditetapkan sebesar Rp15.000.000.000, sedangkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp14.998.251.883.

Tercatat sebanyak 23 perusahaan konstruksi mengikuti proses lelang. Namun hanya empat peserta yang memasukkan penawaran harga, yakni CV Anugrah Bersama Engineering, CV Putra Natama Engineering, Gading Mas, dan CV Seleksi Alam Nusantara.

Dari hasil evaluasi panitia pengadaan, CV Seleksi Alam Nusantara berhasil ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran sekaligus harga terkoreksi sebesar Rp14.801.000.006,76 atau lebih rendah sekitar Rp197 juta dari nilai HPS.

Sementara itu, tiga peserta lainnya dinyatakan gugur dalam tahapan evaluasi teknis dan administrasi. CV Anugrah Bersama Engineering dengan penawaran Rp13,48 miliar dinyatakan tidak memenuhi syarat karena dokumen pelepasan hak penggunaan peralatan dinilai tidak menjelaskan secara memadai pihak penerima pengalihan hak alat yang digunakan dalam pekerjaan.

Namun ketika Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Investigasi Keuangan dan Anggaran, Barto melakukan penelususran ke lokasi proyek peningkatan jaan provinsi Sei Rampah – Tanjung Beringin itu sangatlah menyedihkan dikarenakan fakta dilapangan menunjukkan jalan yang sudah dilapis agregat yang tadinya sudah mendapatkan perkerasan (pemadatan) oleh alat berat namun karena tidak dilanjutkan pada proses selanjutnya. Maka saat ditinjau kelokasi langsung, yah ini hasilnya, berserakan semua LPA/ agregatnya, mubazir,” jelasnya di Tanjung Beringin, Rabu (12/8/2026).

Selain itu Barto sangat kecewa, bahwa menurut keterangan warga , proyek itu sudah selesai 1 bulan lalu. “Proyeknya sudah ditinggalkan satu bulan lalu, bang. Kalau lewat truk berterbangan debu dan batu-batu kecil itu,” ujarnya.

Kemudian, untuk memastikan, dirinya menelusuri proyek peningkatan struktur Jalan Provinsi ruas Sei Rampah–Tanjung Beringin di Kabupaten Serdang Bedagai sudah selesai atau belum, dilakukan pengecekan ke portal SPSE Dinas BMBKCK Provsu , ternyata proyek sudah selesai. “Ini proyek yang seharusnya selesai 150 hari kerja, kalau asumsi selesainya 1 bulan lalu, berarti proyek itu dikerjakan hanya 1 bulan (30 hari), dimana seharusnya diselesaikan 150 hari kalender (paling lambat akhir November 2026) sudah selesai, mutunya apa itu ?” tegasnya.

Pegiat Konstruksi, Ronal Tambunan menuturkan perlu dilakukan penelusuran lebih dalam terkait panjang penanganan jalannya , lalu lebar jalannya, serta ketebalan lapisan jalan yang ditingkatkan. Dirinya juga menyampaikan bahwa peningkatan jalan dengan lapis pondasi atas juga merupakan bagian peningkatan jalan.”Silahkan ditanyakan kepihak dinas terkait (PPK,red), kontraktor bahkan konsultan supervisi. Juga tanyakan benarkah proyek tersebut sudah selesai,”tutupnya.(Tim)