WartaBerita.co.id – Asahan | Dugaan praktik pencurian minyak sawit mentah (CPO) dengan modus “kencing di jalan” kembali mencuat di Kabupaten Asahan. Aktivitas truk tangki yang diduga terlibat mafia CPO ini kerap berpindah lokasi penampungan ilegal untuk menghindari pantauan petugas.
Menurut keterangan seorang warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Pulau Rakyat, bernama Hariyanto, awalnya aktivitas ilegal tersebut dilakukan di sekitar rumah makan Minang, Dusun IV, desa setempat. Namun setelah ramai diberitakan, lokasi diduga berpindah ke sekitar rumah makan Holad yang masih berada di desa dan kecamatan yang sama.
“Mereka sepertinya sengaja berpindah-pindah tempat supaya tidak mudah terdeteksi petugas,” ungkap Hariyanto, Rabu (27/8/2025).
Kapolsek Pulau Rakyat, Iptu Sanusi, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait maraknya truk tangki pengangkut CPO yang diduga melakukan aksi tersebut.
“Kami akan tindak lanjuti laporan warga. Namun tantangannya, setiap kali kami datangi lokasi, mereka sudah tidak ada karena selalu berpindah tempat,” ujarnya.
Dari pantauan lapangan, beberapa titik yang sebelumnya dicurigai sebagai lokasi aktivitas “kencing di jalan” kini tampak kosong. Diduga kuat para pelaku sudah mengetahui adanya pemantauan aparat sehingga menghilang untuk sementara waktu.
Polisi memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar praktik ilegal ini tidak merugikan masyarakat maupun perusahaan yang sah. Warga pun berharap penegakan hukum bisa berjalan tegas sehingga jaringan mafia CPO di wilayah Asahan benar-benar dapat ditindak.(Edi)












