
WartaBerita.co.id – Sergai | Haru menyelimuti kediaman sederhana di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, saat secercah harapan datang menyapa keluarga kecil Liani Wulandari (27). Putri keduanya, Ayla Azura yang baru berusia dua tahun, tengah berjuang melawan hidrosepalus—kondisi medis serius yang mengakibatkan penumpukan cairan di otak. Di tengah perjuangan itu, bantuan dan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) dan Kepolisian Resor (Polres) Sergai menjadi cahaya di ujung lorong.
Pada Rabu (23/4/2025), rombongan dari berbagai elemen hadir langsung untuk memberikan dukungan moril dan bantuan kepada keluarga Ayla. Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain perwakilan Darma Foundation, Sutejo, anggota Dewan Pendidikan Sergai Syaifuddin, Ipda Brimen Sihotang dari Polres Sergai, Youtuber Dedi Elang, Kepala Desa Rio Jonata, serta rekan-rekan media dari unit Polres Sergai.
“Kehadiran kami bukan hanya membawa bantuan, tapi juga membawa pesan bahwa Ayla tidak sendiri dalam perjuangannya. Bantuan ini adalah titipan dari Bapak Bupati Darma Wijaya, semoga bisa meringankan beban keluarga,” tutur Sutejo, didampingi Ipda Brimen dan Syaifuddin.
Inisiatif ini merupakan cermin nyata dari sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam merawat rasa kemanusiaan. Di tengah dinamika kehidupan, aksi-aksi seperti inilah yang menghidupkan kembali semangat gotong royong dan empati sosial.
Tangis haru tak bisa dibendung oleh Liani Wulandari. Di tengah keterbatasan dan beban yang begitu besar, uluran tangan ini menjadi simbol kekuatan baru.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati Sergai, Polres, dan para wartawan yang sudah datang dan peduli. Ini sangat berarti bagi kami dan Ayla,” ucapnya lirih, penuh rasa haru.
Di balik penyakit yang diderita Ayla, terselip sebuah pesan: bahwa harapan tak pernah padam selama masih ada kepedulian antar sesama. Dan hari itu, di Desa Bingkat, harapan itu kembali menyala.(Alf)












