Pengawas Kebun PT BSP Kisaran Jadi Korban Pengeroyokan, Delapan Karyawan Terluka

Diduga dipicu konflik lahan, korban minta pelaku segera ditangkap.

WB – Asahan|Konflik lahan perkebunan kembali memicu aksi kekerasan. Sejumlah karyawan perkebunan milik (PT BSP) Kisaran menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga mengaku sebagai ahli waris sekaligus penggarap lahan perusahaan.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Asahan dengan nomor laporan LP/B/191/II/2026/SPKT/POLRES ASAHAN/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 25 Februari 2026. Akibat kejadian itu, delapan karyawan mengalami luka-luka, empat di antaranya harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Katarina Kisaran.

Salah satu korban, Muslim Saragih selaku Kepala Security PT BSP, menjelaskan bahwa insiden bermula dari laporan adanya dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di area Afdeling Divisi II Kebun Kuala Piasa Estate, Kecamatan Tinggi Raja.

“Setelah menerima laporan, kami bersama tim pengamanan internal dan satu personel BKO dari Polres Asahan turun ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif,” ujarnya saat ditemui di ruang perawatan rumah sakit.

Namun upaya dialog tersebut berujung ricuh. Menurut Muslim, kelompok penggarap yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 50 orang justru melakukan penyerangan menggunakan kayu dan alat panen sawit jenis tojok.

“Kami dipukuli di bagian wajah dan tubuh bahkan dicekik. Kami tidak melakukan perlawanan, hanya berusaha melindungi diri,” katanya. Ia mengaku mengalami cedera pada bagian tulang rusuk akibat pengeroyokan tersebut.

Korban lain, Agam M. Arifin selaku Kepala Tim Unit K9 perusahaan, mengaku turut diserang saat berada sekitar 50 meter dari titik awal keributan. Ia menyebut kelompok tersebut mengejarnya dan memukul dirinya serta anjing pengaman kebun yang sedang dituntunnya.

“Saya berusaha menghindar sambil menyelamatkan diri dan anjing pengaman karena mereka terus memukul menggunakan kayu dan bambu,” ungkapnya.

Manager Social Security & Legal PT BSP Kisaran, Yudha Andriko, SH, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan total korban mencapai delapan orang, dengan empat korban menjalani rawat jalan dan empat lainnya masih dirawat inap.

Menurut Yudha, pihak perusahaan telah menempuh berbagai pendekatan persuasif sebelumnya, namun aksi kekerasan yang terjadi dinilai tidak dapat ditoleransi.

“Manajemen perusahaan akan bertanggung jawab penuh terhadap karyawan yang menjadi korban dan terus mengawal proses hukum atas laporan yang telah disampaikan,” tegasnya.

Selain laporan pengeroyokan, satu karyawan juga melaporkan dugaan pencurian tandan buah segar kelapa sawit. Pihak perusahaan berharap aparat kepolisian segera memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi seluruh pekerja di lingkungan perkebunan.(Edi)