PT Pelni Medan Tidak Siap Berikan Pelayanan Terbaik Arus Mudik H+2 Penumpang KM Kelud

KM Kelud. (Dok. Istimewa)
KM Kelud. (Dok. Istimewa)

wartaberita.co.id – Belawan | H+2 arus mudik penumpang dari pelabuhan Belawan sempat mengalami penumpukan antrian penumpang di konter boarding check, Senin (24/4/2023).

Penumpukan antrian di konter boarding check tersebut terjadi diakibatkan hanya 3 mesin konter boarding check yang beroperasi dari 5 mesin konter boarding check yang ada saat antrian penumpang dimulai pukul 07.14 WIB sampai pukul 08.32 WIB pagi.

Saat penumpang sedang antri dan salah satu penumpang menanyakan pada petugas konter ,kenapa lama sekali mencetak tiketnya?

Petugas konter mengatakan, “sedang ada gangguan jaringan.”

Awak media Warta Berita yang juga saat itu dalam periode arus mudik bersama penumpang KM Kelud rute Tanjung Balai Karimun – Batam – Tanung Priok ,ikut menyaksikan petugas PT Pelni kesulitan mencetak tiket penumpang karena selain masalah jaringan juga karena mesin layar sentuh boarding check juga sangat lama memberikan respon untuk cetak tiket.

Pantauan awak media ,mesin konter boarding check yang sudah lawas dan perlu untuk diperbaiki atau diganti sehingga dapat dengan respon cepat mencetak tiket penumpang yang akan berangkat sehingga meminimalisasi terjadinya penumpukan penumpang.

Lain pula yang dialami oleh Imelda (47 thn) dengan rute tujuan Tanjung Priok Jakarta ,mengatakan sangat kecewa dengan pelayanan petugas konter penjualan tiket Pelni Ranti Rafika Sari di jalan Krakatau Medan.

Dirinya berujar, “saat saya membeli tiket dan menanyakan dan meminta tiket kelas 1A seharga Rp.1.354.000 untuk ibunya (72 thn) dan anaknya yang remaja laki-laki (13 thn). Namun petugas Ranti Rafika Sari menyampaikan bahwa tidak boleh digabung dalam 1 kamar berbeda jenis kelamin . “

“Padahal anak saya dimuatkan dalam 1 kamar bersama ibu saya, untuk menemani ibu saya yang sudah tua, akhirnya saya memutuskan untuk membeli tiket kelas ekonomi karena menurut petugas Ranti hanya tinggal ada tiket kelas ekonomi dan ditunjuklah denah dek 4,”katanya .

Namun pada kenyataan dilapangan dari pantauan awak media Selasa (25/4/2023) sore ini, berdasarkan informasi narasumber, bahwa dalam 1 kamar boleh dimuatkan berbeda jenis kelamin.

Imelda berujar, “bahwa PT Pelni harus memperbaiki pelayanan mulai dari konter penjualan tiket ,jangan menempatkan sumber daya manusia yang tidak amanah dalam tugas,apalagi di konter penjualan tiket ,dimana seharusnya mereka (read: petugas) tentunya mendapatkan pelatihan dalam memberikan kualitas terbaik demi nama baik PT Pelni.

Masih menurut keterangan narasumber, bahwa salah satu mesin AC KM Kelud mengalami kerusakan sehingga penumpang KM Kelud khusus berada di dek 4 mengalami ketidaknyaman disebabkan udara sedikit panas, mengingat KM Kelud sudah beroperasi selama 25 tahun ini maka perlu perhatian khusus oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT. Pelni).