Harga Daging Kerbau di Meranti Turun Jelang Lebaran

Permintaan meningkat, pedagang dadakan bermunculan di sepanjang jalan utama.

WB – Asahan |Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga daging kerbau di Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, justru mengalami penurunan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Kondisi ini terlihat dari maraknya pedagang daging dadakan yang berjualan di sepanjang jalan besar kawasan tersebut.

Sejumlah pedagang menjajakan daging kerbau dengan harga sekitar Rp140 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang sempat mencapai Rp180 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang, Rahim, mengaku penjualan mulai menunjukkan tren positif seiring mendekatnya Lebaran, meski ia memilih menjual dengan harga lebih rendah dari pasaran.

Ia menyebutkan harga umum daging kerbau berada di kisaran Rp170 ribu per kilogram, namun strategi penurunan harga dilakukan untuk menarik minat pembeli.

Di sisi lain, daging sapi lokal tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih segar dan terjangkau.

Pedagang lainnya, Kimon, juga mengungkapkan hal serupa. Ia menjual daging lembu dengan harga sekitar Rp130 ribu per kilogram dan merasakan adanya peningkatan penjualan meski belum signifikan. Ia berharap tren pembelian akan terus meningkat hingga mendekati hari raya.

Selain daging sapi dan kerbau, permintaan daging ayam juga tetap tinggi. Ketiga jenis daging ini menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan semur daging.

Salah seorang warga, Rusiani, mengaku telah menjadi pelanggan tetap di kawasan tersebut karena kualitas daging yang masih segar. Ia membeli daging sapi untuk kebutuhan memasak rendang sebagai sajian utama saat Lebaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah pedagang musiman meningkat tajam. Sepanjang jalan besar Kecamatan Meranti dipenuhi lapak-lapak penjual daging, bahkan menyerupai pasar tradisional yang hanya muncul setiap menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sektor kebutuhan pangan musiman.(Edi)