Material Proyek Irigasi Timbun Jalan Warga, Pengguna Mengeluh dan Khawatir Keselamatan

Tumpukan pasir dan batu di jalan Desa Panca Arga dinilai membahayakan pengendara karena minim penerangan dan tanpa rambu peringatan.

WartaBerita.co.id – Asahan | Keluhan warga kembali mencuat terkait pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Desa Panca Arga, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara. Material berupa batu dan pasir untuk proyek tersebut ditaruh langsung di badan jalan warga sehingga mengganggu akses dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari.

Bagi masyarakat yang telah terbiasa melintas di jalur tepi paret bondar bupati, tepatnya di kawasan Halan Piral Desa Panca Arga, kondisi tersebut memaksa pengendara ekstra hati-hati saat melewati jalur alternatif tersebut. Penempatan material di tengah jalan tanpa penerangan dan rambu pemberitahuan membuat situasi semakin rawan.

Sejumlah warga menuding tumpukan material sengaja ditempatkan oleh pelaksana proyek demi mempercepat proses rehabilitasi irigasi. Namun, dampaknya justru menimbulkan risiko kecelakaan bagi warga yang tidak mengetahui adanya hambatan di jalur tersebut.

“Saya terbiasa lewat sini. Tadi sempat kaget dan hampir jatuh belanjaan saya karena tiba-tiba di tengah jalan ada tumpukan pasir dan batu. Tidak kelihatan, apalagi lampu penerangan dan tidak ada tanda peringatan,” ujar Surya, seorang warga yang melintas pada media, Minggu (23/11/2025).

Keluhan serupa juga datang dari pengguna jalan lain. Mereka menyebut akses tersebut merupakan rute alternatif yang digunakan warga Desa Panca Arga secara luas, bukan hanya bagi penduduk sekitar lokasi proyek. “Tidak tahu saya kalau ada batu dan pasir. Sampai di sini, motor bawa barang jadi susah lewat,” ungkap warga lainnya.

Minimnya informasi penutupan atau pembatasan akses jalan membuat masyarakat merasa tidak dilibatkan dalam proses pengerjaan proyek. Warga berharap pihak pelaksana mengatur ulang lokasi penumpukan material agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Desa Panca Arga dilaksanakan oleh CV Makmur Rezeki Jaya. Kegiatan ini bersumber dari P-APBD Tahun 2025 melalui Dinas PUPR Asahan dengan nilai kontrak Rp 494.363.752.00 dan masa pengerjaan 49 hari kalender, dimulai pada 5 November 2025.

Masyarakat meminta pelaksana proyek dan instansi terkait segera mengambil tindakan, baik dengan memindahkan material maupun memasang rambu peringatan demi menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Mereka berharap dukungan pembangunan tidak mengorbankan keselamatan pengguna jalan.(Edi)