Hari ke-9 Longsor Pakpak Bharat: Lelah Menghadang, Personel Tetap Bertahan

Ratusan Petugas, Puluhan Alat Berat Berjuang Nonstop Normalkan 148 Titik Longsor.

WB – Pakpak Bharat | Memasuki hari kesembilan pascalongsor di Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis (4/12/2025), upaya normalisasi masih berlangsung intensif. Meski kelelahan terpancar jelas di wajah ratusan personel, semangat mereka tetap terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan di 148 titik longsoran yang tersebar hingga ke kawasan permukiman desa.

Data BPBD Pakpak Bharat per 1 Desember mencatat tingkat kerusakan yang luas, memaksa tim bekerja siang dan malam. Ancaman longsor susulan dan perubahan cuaca ekstrem—dari panas terik menjadi hujan deras secara tiba-tiba—menambah risiko keselamatan di lapangan. Kurang tidur dan minim waktu istirahat membuat kondisi fisik para personel cukup mengkhawatirkan.

“Kami ingin pulang, tubuh sudah sangat lelah. Sudah beberapa hari tidur seadanya di lokasi. Semoga pekerjaan cepat selesai dan kita dijauhkan dari bencana lagi,” ungkap seorang operator alat berat.

Meski demikian, dukungan logistik dari camat dan para kepala desa membantu menjaga stamina para personel. Makanan, minuman, serta kebutuhan peralatan dan bahan bakar menjadi penopang utama agar pekerjaan tidak terhenti.

Puluhan alat berat dikerahkan oleh Dinas PUTR, Dinas Hub, Ketapang, Pertanian, BPBD, Satpol PP, Damkar, hingga relawan. Truk trailer (trado) bergerak hilir mudik, memindahkan alat berat ke titik-titik yang tidak bisa dikerjakan secara manual. Truk Satpol PP juga disiagakan untuk mobilisasi personel gabungan yang terus bekerja memperbaiki jalan, pipa air bersih, serta jaringan telekomunikasi yang rusak akibat longsor.

Di Desa Simerpara, Kecamatan Prgttng-Gttng Sengkut, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor meninjau langsung kondisi wilayah yang terdampak parah. Ia berdialog dengan warga yang membersihkan material longsor dari gereja yang dindingnya jebol dihantam tanah dan lumpur hingga memenuhi ruang ibadah.

Bupati meminta warga tetap tabah dan bersabar menghadapi musibah. “Semua upaya telah dimaksimalkan. Relawan dan alat berat sudah kami kerahkan agar proses normalisasi bisa selesai secepatnya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan personel lintas instansi tetap berjuang di lapangan, menyisakan satu pesan penting: walau lelah, mereka tidak berhenti.(Giahta Solin)