WB – Dairi | Layanan hemodialisa atau cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, dipastikan kembali beroperasi mulai Senin (19/1/2026) setelah sempat terhenti sejak 20 Desember 2025. Penghentian sementara layanan tersebut dilakukan seiring proses pergantian dan pemasangan mesin baru.
Direktur RSUD Sidikalang, dr. Mey Sitanggang, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik dr. Lestina Sianturi, menyampaikan bahwa sebanyak 12 unit mesin hemodialisa telah siap digunakan. Dari jumlah tersebut, 11 unit merupakan mesin HD reguler dan satu unit khusus untuk pasien infeksius.
Menurut dr. Lestina, pengoperasian kembali mesin hemodialisa ini telah melalui serangkaian tahapan sesuai standar pelayanan kesehatan. Proses tersebut meliputi instalasi mesin oleh pihak penyedia, PT Tirta Medica Jaya (TMJ), pengujian baku mutu air Reverse Osmosis (RO) di laboratorium Jakarta untuk memastikan keamanan pasien, pengecekan ulang oleh teknisi instalator, serta pemeriksaan kelayakan melalui proses kredensial oleh tim BPJS Kesehatan.
Ia menjelaskan, percepatan penggantian mesin dilakukan sesuai instruksi Bupati Dairi agar layanan kesehatan vital tersebut dapat segera kembali berjalan. Selama masa penghentian operasional, pihak RSUD Sidikalang telah memfasilitasi pasien untuk menjalani cuci darah di sejumlah rumah sakit di luar Kabupaten Dairi.
“Pasien yang biasanya kami layani tidak kami tinggalkan. Mereka kami rujuk dan fasilitasi ke rumah sakit lain agar tetap mendapatkan layanan cuci darah secara rutin,” jelas dr. Lestina.
Lebih lanjut disampaikan, pihak rumah sakit telah menginformasikan kepada sekitar 60 pasien hemodialisa bahwa layanan di RSUD Sidikalang akan kembali beroperasi mulai 19 Januari 2026. Dengan beroperasinya kembali mesin tersebut, diharapkan pasien dapat kembali memperoleh pelayanan cuci darah dengan lebih mudah dan nyaman di daerahnya sendiri.(Bernad)












