WB – Asahan | Aksi dua orang perempuan yang mengaku sebagai korban kebakaran di Kota Tanjung Balai menjadi perhatian warga setelah viral di media sosial. Keduanya terpantau meminta sumbangan dana dengan alasan untuk biaya pengobatan korban kebakaran di kawasan Kisaran Barat, tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, Selasa (20/1/2026).
Dua perempuan tersebut mengaku bernama Nengsi dan Sari, serta menyebut diri sebagai warga Tanjung Balai, Sumatra Utara. Dalam menjalankan aksinya, mereka membawa sebuah kotak kardus yang digunakan untuk menampung uang sumbangan. Pada bagian depan kardus, terlihat foto korban kebakaran yang diklaim sebagai pihak yang membutuhkan bantuan.
Salah satu perempuan yang mengaku bernama Nengsi menyampaikan permohonan bantuan kepada masyarakat yang melintas. Ia mengatakan dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk pengobatan korban kebakaran. Permintaan tersebut disampaikan dengan nada memelas demi menarik simpati warga.
Namun, keberadaan kedua perempuan itu mulai menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Surya, salah seorang warga Kisaran, mengaku sudah beberapa kali melihat kedua perempuan tersebut berkeliling di sejumlah titik di Kota Kisaran dengan modus serupa, yakni meminta-minta sambil membawa kardus berisi foto korban kebakaran.
“Keduanya sudah sering terlihat di sekitar kota. Mereka membawa kardus dan meminta sumbangan dengan alasan yang sama,” ujar Surya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran warga akan potensi penyalahgunaan empati masyarakat. Warga berharap pihak terkait, baik aparat penegak hukum maupun instansi sosial, dapat melakukan penelusuran dan klarifikasi guna memastikan kebenaran klaim tersebut, sekaligus mencegah adanya praktik penipuan yang merugikan masyarakat dan mencoreng kepedulian sosial publik.(Edi)












