Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Pagindar

Lebih dari tujuh ton beras didistribusikan untuk warga terdampak isolasi pascalongsor.

WB – Pakpak Bharat | Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sekitar 7.363 kilogram atau lebih dari tujuh ton beras kepada masyarakat Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Penyaluran logistik ini dilaksanakan pada Rabu (10/12/2025) dan diserahkan langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, dalam rangkaian kegiatan tatap muka bersama ratusan warga.

Bupati Franc hadir bersama Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Sihaloho, Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto, Sekda Jalan Berutu, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Bantuan tersebut merupakan penugasan dari Presiden yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional sebagai institusi teknis yang bertanggung jawab mengelola distribusi pangan.

Pada saat bersamaan, bantuan beras dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga disalurkan kepada warga Pagindar melalui BPBD Provinsi Sumut. Kehadiran dua jenis dukungan logistik ini diharapkan mampu membantu pemulihan kebutuhan pangan masyarakat setempat.

Penyaluran bantuan dilakukan untuk mengatasi potensi kelangkaan pangan usai bencana longsor yang sempat membuat Kecamatan Pagindar terisolasi selama beberapa hari. Kondisi akses yang belum sepenuhnya pulih membuat proses pengiriman logistik tetap berlangsung penuh tantangan. Tim Badan Pangan Nasional yang dipimpin Lenny Pangaribuan harus melalui jalur darat yang masih dipenuhi sisa material longsoran.

Atas nama pemerintah daerah, Bupati Franc menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, Gubernur Sumut, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap situasi dapat segera membaik dan masyarakat dijauhkan dari bencana serupa di masa mendatang. “Semoga ke depan akan lebih baik lagi dan kita semua terhindar dari bencana,” ujarnya.

Bantuan pangan tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Pagindar sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah perbatasan tersebut.(Giahta Solin)