WB – Asahan|Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan bersama unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah menggelar razia terpadu di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Kisaran, Sabtu (7/2/2026) dini hari.
Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar tempat hiburan diketahui tidak mengantongi izin usaha yang jelas serta beroperasi melebihi batas waktu yang ditetapkan pemerintah daerah.
Razia tersebut dilakukan menyusul maraknya aktivitas tempat hiburan malam yang tetap beroperasi hingga larut malam, bahkan dini hari. Kondisi itu dinilai mengganggu ketertiban umum serta melanggar ketentuan jam operasional yang telah ditetapkan, yakni hingga pukul 24.00 WIB.
Namun, pelaksanaan razia kali ini diduga bocor. Sebanyak 11 tempat hiburan malam dan kafe outdoor bernuansa musik elektronik diketahui menghentikan operasionalnya sebelum petugas gabungan tiba di lokasi. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah tempat yang masih beroperasi.
Anggota DPRD Asahan, Dodi Sayendra, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan banyak pengelola tempat hiburan tidak memiliki izin resmi sebagai pusat hiburan malam. Petugas memberikan peringatan dan imbauan agar para pengelola segera mengurus perizinan serta mematuhi ketentuan jam operasional.
“Kami temukan sebagian besar tidak memiliki izin yang jelas. Sudah kami ingatkan agar segera mengurus perizinan dan menaati aturan jam operasional,” ujar Dodi.
Ia juga menyoroti satu tempat hiburan, Diskotik Vegas, yang kembali beroperasi setelah petugas meninggalkan lokasi. Mengetahui hal tersebut, petugas gabungan langsung kembali mendatangi diskotik tersebut.
Saat petugas tiba untuk kedua kalinya, sejumlah pengunjung dilaporkan panik dan berlarian meninggalkan lokasi. Petugas kemudian memberikan peringatan keras kepada manajemen Diskotik Vegas agar tidak kembali melanggar ketentuan yang berlaku.
DPRD Asahan menegaskan razia serupa akan terus dilakukan guna menegakkan aturan, menjaga ketertiban, serta memastikan seluruh pelaku usaha hiburan mematuhi peraturan daerah yang berlaku.(Edi)












