WB – Samosir|Kabupaten Samosir dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia Tahun 2025. Penetapan lima desa budaya terpilih diumumkan langsung di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, Jumat (7/2/2026). Kegiatan ini menegaskan posisi strategis Samosir sebagai salah satu pusat pelestarian budaya bangsa di tingkat nasional.
Lima desa yang meraih penghargaan tersebut yakni Desa Cibaliung dari Kabupaten Pandeglang, Banten; Desa Duarato, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur; Desa Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat, Aceh; Desa Tanjung Isuy dari Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur; serta Desa Tebat Patah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa kepercayaan nasional ini merupakan bentuk pengakuan negara atas komitmen pemerintah daerah dan masyarakat Samosir dalam menjaga nilai-nilai budaya yang tumbuh dan hidup di desa-desa. Menurutnya, meski secara geografis tergolong kecil, Samosir memiliki peran besar dalam pelestarian budaya, terlebih sebagai kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba.
Vandiko juga menegaskan Samosir sebagai titik awal peradaban Batak yang berakar dari Gunung Pusuk Buhit. Ia menyebut, hingga kini masyarakat Batak diperkirakan mencapai sekitar 10 juta jiwa yang tersebar di berbagai belahan dunia. Pada kesempatan tersebut, Vandiko turut melaporkan bahwa Samosir telah menetapkan 83 objek cagar budaya tingkat kabupaten dan terus mendorong peningkatan statusnya ke tingkat provinsi dan nasional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menilai lima desa budaya terpilih sebagai representasi “mega diversity” Indonesia. Ia menekankan bahwa desa budaya merupakan garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan budaya lintas generasi. Fadli juga mengapresiasi kekayaan budaya Samosir, termasuk Opera Batak dan penampilan paduan suara, serta berkomitmen mempercepat akselerasi cagar budaya Samosir ke tingkat nasional.
Sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto, Fadli mendorong penerapan gerakan ASRI sebagai ekosistem pengembangan budaya dan pariwisata. Dukungan juga disampaikan Anggota DPR RI Komisi X Sabam Sinaga yang menilai kegiatan ini sebagai penghargaan besar bagi Samosir. Ia berjanji akan mendorong perhatian pemerintah pusat, termasuk dukungan pendidikan dan teknologi bagi talenta budaya lokal.
Penganugerahan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak desa budaya di Indonesia, sekaligus memperkuat identitas nasional berbasis kearifan lokal dan kesejahteraan masyarakat desa.(VLS)












