Suheri Pimpin Perhiptani Asahan 2025–2030

Pengurus baru didorong hadirkan inovasi penyuluhan guna memperkuat kemandirian pertanian dan swasembada pangan daerah.

WB – Asahan |Suheri resmi terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Asahan periode 2025–2030. Pengukuhan kepengurusan dilakukan langsung oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhiptani Sumatera Utara dalam kegiatan yang digelar di Dusun I Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (14/2/2026).

Suheri yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Asahan dipercaya memimpin organisasi profesi penyuluh pertanian tersebut untuk lima tahun ke depan. Prosesi pengukuhan dipimpin oleh , yang turut hadir bersama jajaran pengurus serta para penyuluh pertanian dari berbagai wilayah di Asahan.

Ketua DPW Perhiptani Sumatera Utara, , dalam sambutannya berpesan agar kepengurusan baru mampu menghadirkan terobosan inovatif dalam pengembangan sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyuluh agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian modern.

“Kepengurusan yang baru diharapkan menjadi wadah yang mampu menampung aspirasi para penyuluh sekaligus meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka demi terwujudnya pertanian mandiri dan swasembada pangan di Asahan,” ujarnya.

Sementara itu, Aripay Tambunan menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, penyuluh tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga menjadi penghubung antara petani dengan akses permodalan, teknologi, hingga sarana produksi pertanian.

Ketua Perhiptani Asahan terpilih, , menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga penelitian guna meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menargetkan penyuluh pertanian mampu membantu petani membangun kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program kerja yang dijalankan harus berorientasi pada solusi nyata bagi petani. “Kebijakan dan program yang disusun nantinya harus memberi manfaat langsung serta menjadi solusi yang tepat bagi para petani kita,” katanya.

Diketahui, Perhiptani merupakan organisasi profesi yang menaungi para penyuluh pertanian di Indonesia dengan tujuan mendukung program pemerintah serta mendorong terwujudnya sistem pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.(Edi)